Kamera digital terbagi menjadi beberapa kategori, di antaranya ditentukan oleh besaran piksel, tipe lensa, kemampuan mengatur manual, dan asesori tambahan lainnya. Spesifikasi ditentukan oleh kategori-kategori tersebut.
1. Kamera Web dan HP
Dapat dikatakan, webcam dan kamera HP merupakan bentuk dari kamera digital, meskipun pada pembahasan buku ini lebih banyak diaplikasikan untuk kamera dengan minimal spesifikasi Prosumer SLR atau paling tidak kamera Point and Shoot dengan kemampuan pengaturan manual.
Dapat dikatakan, webcam dan kamera HP merupakan bentuk dari kamera digital, meskipun pada pembahasan buku ini lebih banyak diaplikasikan untuk kamera dengan minimal spesifikasi Prosumer SLR atau paling tidak kamera Point and Shoot dengan kemampuan pengaturan manual.
Kamera HP dan webcam biasanya memiliki resolusi yang rendah (640-x-480 atau 320-x-200/240-pixel), meskipun ada beberapa penyedia HP yang memiliki resolusi sampai 3 MP, seperti Sony Ericcson K800.
Gambar dengan resolusi seperti ini dapat digunakan dalam e-mail atau web. Pada kamera seperti ini, pengaturan secara manual jelas tidak ada, focus juga berjalan secara otomatis.
2. Model Point-and-Shoot/Compact
Boleh jadi tipe kamera seperti ini sangat digemari oleh banyak pemakai. Hal ini mengingat harganya yang relatif terjangkau, fungsi-fungsinya mudah digunakan, serta memiliki bentuk yang praktis. Sebagian kamera model ini memiliki resolusi dari 3-6 megapixel, disertai fasilitas tambahan flash terintegrasi dan memiliki slot untuk kartu penyimpan.
Boleh jadi tipe kamera seperti ini sangat digemari oleh banyak pemakai. Hal ini mengingat harganya yang relatif terjangkau, fungsi-fungsinya mudah digunakan, serta memiliki bentuk yang praktis. Sebagian kamera model ini memiliki resolusi dari 3-6 megapixel, disertai fasilitas tambahan flash terintegrasi dan memiliki slot untuk kartu penyimpan.
Sedangkan fasilitas zoom mencapai 3x untuk optical zoom dan 4x untuk digital zoom. Contoh kamera yang masuk dalam kategori jenis ini adalah Nikon L6 dan Sony Cybershot P200.
3. Model Advanced Consumer/Prosumer
Model kamera ini lebih dikenal dengan mode prosumer. Kamera ini memiliki kemampuan yang hampir menyerupai kamera DSLR. Model kamera ini memiliki kemampuan optical zoom sampai 12 x, resolusi yang besar, dan viewfinder LCD yang dapat dibuka dan digeser ke kid dan ke kanan.
Model kamera ini lebih dikenal dengan mode prosumer. Kamera ini memiliki kemampuan yang hampir menyerupai kamera DSLR. Model kamera ini memiliki kemampuan optical zoom sampai 12 x, resolusi yang besar, dan viewfinder LCD yang dapat dibuka dan digeser ke kid dan ke kanan.
Kamera model ini memungkinkan penambahan berbagai macam filter, flash eksternal, dan asesori seperti lensa wide angle dan lensa clos-eup. Tentunya kamera ini disertai dengan pengaturan baik pada mode manual maupun otomatis.
Kamera model ini sangat cocok digunakan oleh seseorang yang mulai belajar menggunakan kamera digital, tanpa mengurangi cita-rasa dari fotografi pada film analog dan pengaturan manual.
Kamera model ini sangat cocok digunakan oleh seseorang yang mulai belajar menggunakan kamera digital, tanpa mengurangi cita-rasa dari fotografi pada film analog dan pengaturan manual.
Kamera model ini juga cocok sebagai backup, di samping kamera DSLR. Kamera yang termasuk dalam kategori ini adalah Canon G7, Olympus C-7070, Kodak P712, dan sebagainya. Ciri kamera ini biasanya memiliki lensa fix atau tidak dapat dilepas tukar, dan memiliki badan kamera yang lebih kecil serta ringan dibanding SLR.
4. Model Digital Single Lens Reflex (DSLR)
Model kamera seperti ini hampir dipastikan dapat memenuhi kebutuhan fotografer profesional. Digital SLR dibagi menjadi dua, yaitu untuk kelas entry level dan kelas advanced/professional level. Untuk kelas entry level tentunya memiliki desain yang lebih compact dan ramping. Contoh kamera dalam jenis entry level DSLR adalah Olympus e500, Canon D400, Nikon D40, dan sebagainya.
Model kamera seperti ini hampir dipastikan dapat memenuhi kebutuhan fotografer profesional. Digital SLR dibagi menjadi dua, yaitu untuk kelas entry level dan kelas advanced/professional level. Untuk kelas entry level tentunya memiliki desain yang lebih compact dan ramping. Contoh kamera dalam jenis entry level DSLR adalah Olympus e500, Canon D400, Nikon D40, dan sebagainya.
Kamera model ini memberikan keleluasaan dalam pengaturan, baik secara manual maupun secara otomatis. Kamera model DSLR seperti ini memiliki kemampuan pengukuran pencahayaan melalui beberapa tipe, dan memiliki keleluasaan dalam mengganti lensa sesuai kebutuhan. Dari segi kecepatan menangkap gambar, kamera model DSLR paling tidak dapat menangkap tiga gambar tiap detiknya.
Biasanya kamera model ini memiliki ukuran piksel yang tinggi. Dewasa ini, model ini telah mencapai 16 megapiksel untuk kamera profesional dan kemampuan menangkap gambar mencapai tujuh gambar per detik. Professional digital SLR memiliki body yang kuat dan memiliki kecepatan focus dan akurasi pengukuran pencahayaan. Kamera DLSR Profesional antara lain seperti Canon Eos I D Mark II dan Nikon D2X.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar